
Resensi ala gue kali ini tentang HZGG 3, dalam HZGG 3 ini ada perombakan hampir seluruh pemain terutama pemain utama. Xiao Yan Zhi yang semula diperanin sama Vicky Zhou Wei diganti Huang Yi, Yong Qi semula oleh Alec Su disini diperankan oleh Leo Ku, lalu Zhi Wei awalnya oleh Ruby Lin kali ini diperankan oleh Ma Yi Li. Sementara peran Fu Er kang tetap dipegang oleh pemain lama yaitu Zou Jei. Pemain-pemain yang lain gue ga tahu lagi siapa yang diganti.
Kabarnya karena pemain lama sudah mulai terkenal dan punya kontrak lain, mereka jadi ga bisa menerima tawaran HZGG 3. Dan hal ini yang membuat para penggemar Xiao Yan Zhi tidak menyukainya, tapi sekalipun pemerannya diganti dan peran Xiao Yan Zhi sudah melekat diperankan oleh Vicky Zhou Wei, bukan berarti gue ga suka sama HZGG 3 ini. gue tetep suka qo coz gue itu Huan Zhu Ge Ge lover.
Oke, kembali ke cerita.
Kali ini diceritakan Xiao Yan Zhi dan Yong Qi yang sudah menikah begitu juga dengan Erkang dan Zhi Wei. malah Er kang dan Zhi Wei sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Kali ini kisah asmaranya ditambah dengan kisah cinta Xiao Jian dan Cing Er.
Tapi hubungan Xiao Yan Zhi dan Yong Qi ternyata tetap belum direstui oleh Lou Fo Ye, alasannya kali ini karena Xio Yan Zhi masih belum juga bisa memberikan anak, setelah hamil malah keguguran. Hal ini jadi kendala terbesar bagi cinta mereka dan cinta Xiao Jian dan Cing Er yang juga ga direstui oleh Lou Fo Ye.
Ujian yang dihadapi Xiao Yan Zhi kali ini adalah Lou Fo Ye yang diam-diam berencana mencarikan calon istri kedua untuk Yong Qi, Xiao Yan Zhi cemburu berat tapi Yong Qi juga tidak punya kuasa buat menolak. secara dia pangeran dan sudah menjadi hal biasa kalau dia punya istri lebih dari satu apalagi Yong Qi akan dinobatkan sebagai putra mahkota.
Adalah Zhi Hua perempuan yang dipilih oleh Lou Fo Ye sebagai calon istri kedua Yong Qi. Dia perempuan muda yang pintar, cakap dan berpendidikan. Zhi Hua memiliki semuanya yang menjadi kelemahan Xiao Yan Zi dimata Lou Fo Ye. Awalnya Yong Qi menolak mati-matian, tapi karena identitas Xiao Yan Zhi terbongkar mau tidak mau Yong Qi setuju untuk menikah lagi.
Xiao Yan Zi dan Xiao Jian ternyata anak seorang pejabat yang dianggap memberontak dan dihukum penggal oleh Raja yang menjadi ayah angkat Xiao Yan Zi, pada versi HZGG 2 Xiao Jian memang diceritakan berniat membalas dendam pada Raja tapi rencananya dia batalkan atas bujukan Zhi Wei dan Er Kang dan demi menyelamatkan cinta Yong Qi dan Xiao Yan Zhi, agar mereka bisa menikah dan hidup berbahagia juga atas belaian cinta Qing Er.
Lou Fo Ye mengetahui identitas asli Xiao Jian dan berencana memberitahukan Raja. Resikonya memang berat kemungkin Xiao Yan Zi diusir dari istana membuat Yong Qi serba salah atau bahkan dihukum mati karena dianggap berbahaya, dianggapnya sewaktu-waktu Xiao Yan Zi dan Xiao Jian bisa membalas dendam dan membunuh raja. Akhirnya Lou Fo Ye setuju merahasiakan identitas Xiao Yan Zhi asal Yong Qi mau menikahi Zhi Hua. Yong Qi berada dalam dilema.
Disatu sisi dia ingin melindungi istrinya dan menyelamatkan kakak iparnya yang dikurung ditempat rahasia, tapi disisi lain jika dia menikahi Zhi Hua sama saja dengan dia mengkhianati cinta istrinya. Padahal mereka sudah bersumpah sehidup semati akan tetap bersama. Karena terlalu stress Xiao Yan Zi lagi-lagi keguguran, dan akhirnya Yong Qi menerima usulan Lou Fo Ye juga demi istri dan kakak iparnya.
Pernikahan pun berlangsung dan Xiao Jian berhasil diselamatkan, tapi hubungannya dengan Qing Er terpaksa harus berakhir. Masalah Xiao Yan Zi pun kian bertambah, dia cemburu melihat suaminya menikah lagi. Hatinya ga terima sekalipun dia menyetujui pernikahan itu. Tapi ternyata Yong Qi sama sekali ga menyentuh Zhi Hua dan Zhi Hua sendiri mau diajak kerjasama merahasiakannya dari Lou Fo Ye dan dayang-dayang yang diutus Lou Fo Ye untuk menyelidiki hubungan mereka.
Tapi lama kelamaan rahasia itu kecium juga oleh Lou Fo Ye. Lou Fo Ye pun murka dan mengancam akan memberitahukan status Xiao Yan Zi pada Raja dan akan mengusir Xiao Yan Zi tapi dengan berani Yong Qi mengatakan "Xiao Yan Zi tinggal, aku tinggal, Xiao Yan Zi pergi, aku pergi". saat itu Lou Fo Ye pun tidak bisa berkutik.
Akhirnya atas persetujuan Xiao Yan Zi sendiri, Yong Qi menjalani ritual malam pertamanya dengan Zhi Hua dan Zhi Hua pun hamil. Saat itu Zhi Hua yang dibutakan cintanya terhadap Yong Qi berencana ingin merebut Yong Qi tapi diluar dugaan Yong Qi dan Er Kang malah harus berperang melawan Myanmar.
Selama suaminya berperang, Zhi Hua malah berhasil membuat Xiao Yan Zi semakin tidak disukai Lou Fo Ye. Padahal Yong Qi berpesan agar mereka rukun tapi Zhi Hua membuat ulah berpura-pura seolah Xiao Yan Zi berencana mencelakainya. Selain itu dia juga menceritakan kebohongan pada Xiao Yan Zi dengan mengatakan seolah-olah mereka sering merundingkan tentang anak, dan Yong Qi berharap bisa punya anak banyak dari Zhi Hua. Xiao Yan Zi yang emosinya mudah terpancing jadi selalu tampak buruk dimata raja dan Lou Fo Ye.
Di medan perang, Yong Qi dan Er kang dibantu oleh Xiao Jian yang menyamar jadi penasihat berperang melawan Myanmar. Mereka bertemu dengan Putri Myanmar bernama Mu Sha yang menyamar jadi pangeran dan ikut berperang bersama Ayahnya. Putri Mu Sha ini ternyata mencintai Er Kang dan dia sengaja membawa Er Kang yang sekarat terkena panah ke Myanmar dan mengganti Er Kang dengan mayat yang sulit dikenali.
Er Kang dianggap telah tewas, hati Zhi Wei pun hancur. Dia seolah mati bersama dengan suaminya yang ikut berperang. Saat itu Yong Qi kembali bersama dengan Xiao Yan Zi dan menolak kehadiran Zhi Hua yang dianggap bukan dari bagian kisah cinta mereka berempat.
Masalah baru kembali bermunculan, Zhi Wei yang berkali-kali mencoba bunuh diri dan Xiao Yan Zi yang merasa tersisihkan karena Zhi Hua melahirkan seorang pangeran. Karena Yong Qi terus-terusan menolaknya, Zhi Hua berpura-pura jatuh tertabrak oleh Yong Qi dan berpura-pura seolah dia benar-benar berada di ujung maut. Merasa bersalah Yong Qi malah berjanji akan memperbaiki kesalahannya selama ini yang telah mengabaikannya di depan Xiao Yan Zi.
Permaisuri Ling memberi nasihat agar Xiao Yan Zi mau menerima kehadiran Zhi Hua dan anaknya daripada dia harus kehilangan Yong Qi, tapi Xiao Yan Zi tetap tidak terima. Dia lebih memilih kehilangan Yong Qi yang menurutnya sudah tidak mencintainya lagi daripada harus berbagi suaminya dengan perempuan lain. Apalagi Raja sudah mengatakan akan ada Zhi hua - Zhi Hua lain dalam kehidupan Yong Qi yang telah diangkat menjadi Raja Rong.
Yong Qi mati-matian mengambil hati Xiao Yan Zhi kembali, dia ga mau rumah tangganya hancur begitu saja gara-gara wanita yang sebenarnya tidak pernah dia cintai. Tapi saat itu Xiao Yan Zi bersikeras untuk berpisah yang membuat hati Yong Zi jadi meradang.
Di sisi lain ternyata Xiao Jian berhasil memastikan bahwa Er Kang masih hidup, dia pun kembali ke Beijing memberitahukan berita itu pada adiknya. Mereka pun membuat rencana untuk membebaskan Er Kang. Rencana itu tidak disetujui Raja, dan membuat identitas Xiao Jian yang menyamar sebagai suku Ba Yi jadi terbongkar.
Zhi Hua juga membongkar identitas Xiao Jian yang mati-matian mereka sembunyikan karena takut kehilangan Yong Qi yang berencana akan tinggal di Da li bersama istri pertamanya. Satu persatu masalah pun terkelupas. Setelah rahasia yang selama setahun disimpan pun dikupas oleh Raja. Ternyata Ayah Xiao Jian, Fang Ji Hang bukanlah seorang pemberontak tapi pejabat yang difitnah memberontak dan gara-gara fitnahan itu Raja jadi salah menjatuhkan hukuman mati.
Setelah masalah clear, Qianlong menyetujui hubungan Qing Er dan Xiao Jian dan merelakan putra kesayangannya pergi berkelana dengan istri tercintanya, dengan syarat Yong Qi terpaksa dianggap telah meninggal dan tidak boleh kembali ke istana sekalipun hanya untuk menjenguk Ayahnya. Kemudian dimulailah pencarian Er Kang ke Myanmar.
Di tempat lain ternyata Er Kang malah akan menikah dengan Putri Mu Sha yang sangat mencintainya, Putri Mu Sha itu sengaja meracuni Er Kang dengan bubuk Yi Zu padahal bubuk itu tidak lain adalah morfin yang membuat Er Kang ketergantungan. Dia sengaja melakukan itu agar Er Kang tidak bisa lepas darinya. Tapi diluar dugaan Yong Qi dan yang lainnya berhasil menyelamatkan Er Kang dan membebaskannya dari ketergantungan.
Setelah berhasil membebaskan Er Kang dari ketergantungan obat. Mereka pun merayakan pernikahan Qing Er dan Xiao Jian dan hidup di rumah ayah angkat Xiao Jian dan Xiao Yan Zi. Mereka begitu bergembira karena tiga pasangan yang sempat terpisah-pisah itu kembali disatukan dengan cinta dan ternyata Xiao Yan Zi hamil.
Cerita ini diakhir dengan kehidupan Yong Qi sebagai rakyat jelata dan tinggal di Da li sebagai tabib terkenal, hasil pernikahannya dengan Xiao Yan Zi membuahkan empat anak begitu juga dengan Kakaknya Xiao Jian dan Qing Er. Anak sulung Yong Qi dan Xiao Yan Zi yang diberi nama Nan Er yang berarti selatan ternyata berwatak sama dengan Ibunya yang bandel, lincah dan petakilan tapi dia juga pintar seperti Ayahnya yang merupakan seorang pangeran.
Dan saat Huang A Ma jenguk mereka, raja Qian Long sangat bahagia karena ga menyangka punya empat keturunan lain yang baru pernah ditemuinya. Dan si sulung Nan Er bilang "Aku tidak tahu apa hubungan Tuan Ai dan Paman Fu dengan kedua orang tuaku tapi karena marga Anda Ai sama denganku, maka aku anggap Anda adalah kakekku." si raja merasa senang sekali.
Yang paling gue suka dari cerita ini adalah adegan terakhir saat Xiao Yan Zi mengejar-ngejar anaknya yang berbuat ulah mengajak adik-adiknya naik keatas atap kereta kuda. mirip banget dengan Xiao Yan Zi.
Lalu adegan saat Kakaknya Xiao Jian yang hampir membunuh Yong Qi tapi Xiao Yan Zi menahannya dengan mengatakan Yong Qi adalah nyawanya jadi dia juga tidak akan hidup kalau Yong Qi dibunuh. Dan kata-kata Yong Qi pada Ayahnya yang mengatakan "Xiao Yan Zi hidup, aku hidup, Xiao Yan Zi mati, aku mati" lalu di sekuel yang ketiga ini banyak sekali adegan ciumannya.
Juga adegan Xiao Yan Zi yang akan kabur dari istana karena dianggap Lou Fo Ye tubuhnya sudah jadi sarang virus cacar, dan tidak boleh dekat-dekat dengan Yong Qi agar tidak menyebarkan virus. tapi dengan yakin Yong Qi bilang "Tularkan juga virus itu padaku" sambil mencium Xiao Yan Zi.
Di sekuel ketiga kali ini sangat mengharukan dan menghilangkan cerita lucu dari drama HZGG sebelumnya. Xiao Yan Zi jadi banyak menangis karena banyaknya masalah yang melanda. Tapi kesetiaan dan ketulusan cinta Yong Qi disini sangat jelas tergambarkan, abis kayaknya ga ada deh pada jaman dulu pangeran yang cuma mau punya istri satu, jadi disini digambarkan kelangkaan itu.
Yong Qi yang diperankan oleh Leo Ku terlihat lebih dewasa dibandingkan dengan Yong Qi yang diperankan oleh Alec Su. Gue malah ngelihatnya Yong Qi di HZGG 1 dan 2 kharisma pangerannya kurang. Gue rasa tokoh-tokoh ini memang udah cocok diperankan oleh artis yang sesuai sekalipun harus ganti pemeran.
Yang paling gue heran di adegan ini, Yong Qi qo bisa sampai ga bergairah saat bersama Zhi Hua, padahal Zhi Hua itu sudah jadi istrinya dan dia juga ga jelek-jelek amat. Sampe-sampe dia digambarin kaku banget waktu Zhu Hua membantu Yong Qi mandi, seolah dia tiba-tiba jadi impoten tapi qo dia bisa bercinta dengan Zhi Hua dan menghasilkan anak. Ga konsisten. Kenapa ga sekalian Yong Qi mau bercinta dengan Zhi Hua karena dimata dia Zhi Hua tiba-tiba berubah jadi Xiao Yan Zi.
Sebegitu besarnya cinta Yong Qi buat Xiao Yan Zi sampe-sampe dia rela kehilangan anak yang baru dilahirkan istri keduanya. Emang sih dia dapat gantinya empat. Cuma sayang adegan Yong Qi punya anak dari Xiao Yan Zi cuma digambarin sedikit doang paling berapa menit, udah gitu tau-tau anaknya empat aja. Coba kalau diceritain pasti lebih seru.
Yang paling gue ga suka adalah bagian arwah Er Kang bergentayangan di rumahnya dan hubungan batin antara Er Kang dan Zhi Wei saling berhubungan. Jadi Er Kang bisa tahu apa yang diperbuat Zhi Wei padahal dia lagi ada di Myanmar. Lalu adegan rombongan kupu-kupu yang berhasil menolong Zhi Wei yang mau terjun ke jurang. Ga mungkin banget gitu.

