Tampilkan postingan dengan label Resensi Drama or Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Drama or Film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

Resensi Ala gue : Putri Huan Zhu 3




Resensi ala gue kali ini tentang HZGG 3, dalam HZGG 3 ini ada perombakan hampir seluruh pemain terutama pemain utama. Xiao Yan Zhi yang semula diperanin sama Vicky Zhou Wei diganti Huang Yi, Yong Qi semula oleh Alec Su disini diperankan oleh Leo Ku, lalu Zhi Wei awalnya oleh Ruby Lin kali ini diperankan oleh Ma Yi Li. Sementara peran Fu Er kang tetap dipegang oleh pemain lama yaitu Zou Jei. Pemain-pemain yang lain gue ga tahu lagi siapa yang diganti.

Kabarnya karena pemain lama sudah mulai terkenal dan punya kontrak lain, mereka jadi ga bisa menerima tawaran HZGG 3. Dan hal ini yang membuat para penggemar Xiao Yan Zhi tidak menyukainya, tapi sekalipun pemerannya diganti dan peran Xiao Yan Zhi sudah melekat diperankan oleh Vicky Zhou Wei, bukan berarti gue ga suka sama HZGG 3 ini. gue tetep suka qo coz gue itu Huan Zhu Ge Ge lover.

Oke, kembali ke cerita.
Kali ini diceritakan Xiao Yan Zhi dan Yong Qi yang sudah menikah begitu juga dengan Erkang dan Zhi Wei. malah Er kang dan Zhi Wei sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Kali ini kisah asmaranya ditambah dengan kisah cinta Xiao Jian dan Cing Er.

Tapi hubungan Xiao Yan Zhi dan Yong Qi ternyata tetap belum direstui oleh Lou Fo Ye, alasannya kali ini karena Xio Yan Zhi masih belum juga bisa memberikan anak, setelah hamil malah keguguran. Hal ini jadi kendala terbesar bagi cinta mereka dan cinta Xiao Jian dan Cing Er yang juga ga direstui oleh Lou Fo Ye.

Ujian yang dihadapi Xiao Yan Zhi kali ini adalah Lou Fo Ye yang diam-diam berencana mencarikan calon istri kedua untuk Yong Qi, Xiao Yan Zhi cemburu berat tapi Yong Qi juga tidak punya kuasa buat menolak. secara dia pangeran dan sudah menjadi hal biasa kalau dia punya istri lebih dari satu apalagi Yong Qi akan dinobatkan sebagai putra mahkota.

Adalah Zhi Hua perempuan yang dipilih oleh Lou Fo Ye sebagai calon istri kedua Yong Qi. Dia perempuan muda yang pintar, cakap dan berpendidikan. Zhi Hua memiliki semuanya yang menjadi kelemahan Xiao Yan Zi dimata Lou Fo Ye. Awalnya Yong Qi menolak mati-matian, tapi karena identitas Xiao Yan Zhi terbongkar mau tidak mau Yong Qi setuju untuk menikah lagi.

Xiao Yan Zi dan Xiao Jian ternyata anak seorang pejabat yang dianggap memberontak dan dihukum penggal oleh Raja yang menjadi ayah angkat Xiao Yan Zi, pada versi HZGG 2 Xiao Jian memang diceritakan berniat membalas dendam pada Raja tapi rencananya dia batalkan atas bujukan Zhi Wei dan Er Kang dan demi menyelamatkan cinta Yong Qi dan Xiao Yan Zhi, agar mereka bisa menikah dan hidup berbahagia juga atas belaian cinta Qing Er.

Lou Fo Ye mengetahui identitas asli Xiao Jian dan berencana memberitahukan Raja. Resikonya memang berat kemungkin Xiao Yan Zi diusir dari istana membuat Yong Qi serba salah atau bahkan dihukum mati karena dianggap berbahaya, dianggapnya sewaktu-waktu Xiao Yan Zi dan Xiao Jian bisa membalas dendam dan membunuh raja. Akhirnya Lou Fo Ye setuju merahasiakan identitas Xiao Yan Zhi asal Yong Qi mau menikahi Zhi Hua. Yong Qi berada dalam dilema.

Disatu sisi dia ingin melindungi istrinya dan menyelamatkan kakak iparnya yang dikurung ditempat rahasia, tapi disisi lain jika dia menikahi Zhi Hua sama saja dengan dia mengkhianati cinta istrinya. Padahal mereka sudah bersumpah sehidup semati akan tetap bersama. Karena terlalu stress Xiao Yan Zi lagi-lagi keguguran, dan akhirnya Yong Qi menerima usulan Lou Fo Ye juga demi istri dan kakak iparnya.

Pernikahan pun berlangsung dan Xiao Jian berhasil diselamatkan, tapi hubungannya dengan Qing Er terpaksa harus berakhir. Masalah Xiao Yan Zi pun kian bertambah, dia cemburu melihat suaminya menikah lagi. Hatinya ga terima sekalipun dia menyetujui pernikahan itu. Tapi ternyata Yong Qi sama sekali ga menyentuh Zhi Hua dan Zhi Hua sendiri mau diajak kerjasama merahasiakannya dari Lou Fo Ye dan dayang-dayang yang diutus Lou Fo Ye untuk menyelidiki hubungan mereka.

Tapi lama kelamaan rahasia itu kecium juga oleh Lou Fo Ye. Lou Fo Ye pun murka dan mengancam akan memberitahukan status Xiao Yan Zi pada Raja dan akan mengusir Xiao Yan Zi tapi dengan berani Yong Qi mengatakan "Xiao Yan Zi tinggal, aku tinggal, Xiao Yan Zi pergi, aku pergi". saat itu Lou Fo Ye pun tidak bisa berkutik.

Akhirnya atas persetujuan Xiao Yan Zi sendiri, Yong Qi menjalani ritual malam pertamanya dengan Zhi Hua dan Zhi Hua pun hamil. Saat itu Zhi Hua yang dibutakan cintanya terhadap Yong Qi berencana ingin merebut Yong Qi tapi diluar dugaan Yong Qi dan Er Kang malah harus berperang melawan Myanmar.

Selama suaminya berperang, Zhi Hua malah berhasil membuat Xiao Yan Zi semakin tidak disukai Lou Fo Ye. Padahal Yong Qi berpesan agar mereka rukun tapi Zhi Hua membuat ulah berpura-pura seolah Xiao Yan Zi berencana mencelakainya. Selain itu dia juga menceritakan kebohongan pada Xiao Yan Zi dengan mengatakan seolah-olah mereka sering merundingkan tentang anak, dan Yong Qi berharap bisa punya anak banyak dari Zhi Hua. Xiao Yan Zi yang emosinya mudah terpancing jadi selalu tampak buruk dimata raja dan Lou Fo Ye.

Di medan perang, Yong Qi dan Er kang dibantu oleh Xiao Jian yang menyamar jadi penasihat berperang melawan Myanmar. Mereka bertemu dengan Putri Myanmar bernama Mu Sha yang menyamar jadi pangeran dan ikut berperang bersama Ayahnya. Putri Mu Sha ini ternyata mencintai Er Kang dan dia sengaja membawa Er Kang yang sekarat terkena panah ke Myanmar dan mengganti Er Kang dengan mayat yang sulit dikenali.

Er Kang dianggap telah tewas, hati Zhi Wei pun hancur. Dia seolah mati bersama dengan suaminya yang ikut berperang. Saat itu Yong Qi kembali bersama dengan Xiao Yan Zi dan menolak kehadiran Zhi Hua yang dianggap bukan dari bagian kisah cinta mereka berempat.

Masalah baru kembali bermunculan, Zhi Wei yang berkali-kali mencoba bunuh diri dan Xiao Yan Zi yang merasa tersisihkan karena Zhi Hua melahirkan seorang pangeran. Karena Yong Qi terus-terusan menolaknya, Zhi Hua berpura-pura jatuh tertabrak oleh Yong Qi dan berpura-pura seolah dia benar-benar berada di ujung maut. Merasa bersalah Yong Qi malah berjanji akan memperbaiki kesalahannya selama ini yang telah mengabaikannya di depan Xiao Yan Zi.

Permaisuri Ling memberi nasihat agar Xiao Yan Zi mau menerima kehadiran Zhi Hua dan anaknya daripada dia harus kehilangan Yong Qi, tapi Xiao Yan Zi tetap tidak terima. Dia lebih memilih kehilangan Yong Qi yang menurutnya sudah tidak mencintainya lagi daripada harus berbagi suaminya dengan perempuan lain. Apalagi Raja sudah mengatakan akan ada Zhi hua - Zhi Hua lain dalam kehidupan Yong Qi yang telah diangkat menjadi Raja Rong.

Yong Qi mati-matian mengambil hati Xiao Yan Zhi kembali, dia ga mau rumah tangganya hancur begitu saja gara-gara wanita yang sebenarnya tidak pernah dia cintai. Tapi saat itu Xiao Yan Zi bersikeras untuk berpisah yang membuat hati Yong Zi jadi meradang.

Di sisi lain ternyata Xiao Jian berhasil memastikan bahwa Er Kang masih hidup, dia pun kembali ke Beijing memberitahukan berita itu pada adiknya. Mereka pun membuat rencana untuk membebaskan Er Kang. Rencana itu tidak disetujui Raja, dan membuat identitas Xiao Jian yang menyamar sebagai suku Ba Yi jadi terbongkar.

Zhi Hua juga membongkar identitas Xiao Jian yang mati-matian mereka sembunyikan karena takut kehilangan Yong Qi yang berencana akan tinggal di Da li bersama istri pertamanya. Satu persatu masalah pun terkelupas. Setelah rahasia yang selama setahun disimpan pun dikupas oleh Raja. Ternyata Ayah Xiao Jian, Fang Ji Hang bukanlah seorang pemberontak tapi pejabat yang difitnah memberontak dan gara-gara fitnahan itu Raja jadi salah menjatuhkan hukuman mati.

Setelah masalah clear, Qianlong menyetujui hubungan Qing Er dan Xiao Jian dan merelakan putra kesayangannya pergi berkelana dengan istri tercintanya, dengan syarat Yong Qi terpaksa dianggap telah meninggal dan tidak boleh kembali ke istana sekalipun hanya untuk menjenguk Ayahnya. Kemudian dimulailah pencarian Er Kang ke Myanmar.

Di tempat lain ternyata Er Kang malah akan menikah dengan Putri Mu Sha yang sangat mencintainya, Putri Mu Sha itu sengaja meracuni Er Kang dengan bubuk Yi Zu padahal bubuk itu tidak lain adalah morfin yang membuat Er Kang ketergantungan. Dia sengaja melakukan itu agar Er Kang tidak bisa lepas darinya. Tapi diluar dugaan Yong Qi dan yang lainnya berhasil menyelamatkan Er Kang dan membebaskannya dari ketergantungan.

Setelah berhasil membebaskan Er Kang dari ketergantungan obat. Mereka pun merayakan pernikahan Qing Er dan Xiao Jian dan hidup di rumah ayah angkat Xiao Jian dan Xiao Yan Zi. Mereka begitu bergembira karena tiga pasangan yang sempat terpisah-pisah itu kembali disatukan dengan cinta dan ternyata Xiao Yan Zi hamil.

Cerita ini diakhir dengan kehidupan Yong Qi sebagai rakyat jelata dan tinggal di Da li sebagai tabib terkenal, hasil pernikahannya dengan Xiao Yan Zi membuahkan empat anak begitu juga dengan Kakaknya Xiao Jian dan Qing Er. Anak sulung Yong Qi dan Xiao Yan Zi yang diberi nama Nan Er yang berarti selatan ternyata berwatak sama dengan Ibunya yang bandel, lincah dan petakilan tapi dia juga pintar seperti Ayahnya yang merupakan seorang pangeran.

Dan saat Huang A Ma jenguk mereka, raja Qian Long sangat bahagia karena ga menyangka punya empat keturunan lain yang baru pernah ditemuinya. Dan si sulung Nan Er bilang "Aku tidak tahu apa hubungan Tuan Ai dan Paman Fu dengan kedua orang tuaku tapi karena marga Anda Ai sama denganku, maka aku anggap Anda adalah kakekku." si raja merasa senang sekali.

Yang paling gue suka dari cerita ini adalah adegan terakhir saat Xiao Yan Zi mengejar-ngejar anaknya yang berbuat ulah mengajak adik-adiknya naik keatas atap kereta kuda. mirip banget dengan Xiao Yan Zi.

Lalu adegan saat Kakaknya Xiao Jian yang hampir membunuh Yong Qi tapi Xiao Yan Zi menahannya dengan mengatakan Yong Qi adalah nyawanya jadi dia juga tidak akan hidup kalau Yong Qi dibunuh. Dan kata-kata Yong Qi pada Ayahnya yang mengatakan "Xiao Yan Zi hidup, aku hidup, Xiao Yan Zi mati, aku mati" lalu di sekuel yang ketiga ini banyak sekali adegan ciumannya.

Juga adegan Xiao Yan Zi yang akan kabur dari istana karena dianggap Lou Fo Ye tubuhnya sudah jadi sarang virus cacar, dan tidak boleh dekat-dekat dengan Yong Qi agar tidak menyebarkan virus. tapi dengan yakin Yong Qi bilang "Tularkan juga virus itu padaku" sambil mencium Xiao Yan Zi.

Di sekuel ketiga kali ini sangat mengharukan dan menghilangkan cerita lucu dari drama HZGG sebelumnya. Xiao Yan Zi jadi banyak menangis karena banyaknya masalah yang melanda. Tapi kesetiaan dan ketulusan cinta Yong Qi disini sangat jelas tergambarkan, abis kayaknya ga ada deh pada jaman dulu pangeran yang cuma mau punya istri satu, jadi disini digambarkan kelangkaan itu.

Yong Qi yang diperankan oleh Leo Ku terlihat lebih dewasa dibandingkan dengan Yong Qi yang diperankan oleh Alec Su. Gue malah ngelihatnya Yong Qi di HZGG 1 dan 2 kharisma pangerannya kurang. Gue rasa tokoh-tokoh ini memang udah cocok diperankan oleh artis yang sesuai sekalipun harus ganti pemeran.

Yang paling gue heran di adegan ini, Yong Qi qo bisa sampai ga bergairah saat bersama Zhi Hua, padahal Zhi Hua itu sudah jadi istrinya dan dia juga ga jelek-jelek amat. Sampe-sampe dia digambarin kaku banget waktu Zhu Hua membantu Yong Qi mandi, seolah dia tiba-tiba jadi impoten tapi qo dia bisa bercinta dengan Zhi Hua dan menghasilkan anak. Ga konsisten. Kenapa ga sekalian Yong Qi mau bercinta dengan Zhi Hua karena dimata dia Zhi Hua tiba-tiba berubah jadi Xiao Yan Zi.

Sebegitu besarnya cinta Yong Qi buat Xiao Yan Zi sampe-sampe dia rela kehilangan anak yang baru dilahirkan istri keduanya. Emang sih dia dapat gantinya empat. Cuma sayang adegan Yong Qi punya anak dari Xiao Yan Zi cuma digambarin sedikit doang paling berapa menit, udah gitu tau-tau anaknya empat aja. Coba kalau diceritain pasti lebih seru.

Yang paling gue ga suka adalah bagian arwah Er Kang bergentayangan di rumahnya dan hubungan batin antara Er Kang dan Zhi Wei saling berhubungan. Jadi Er Kang bisa tahu apa yang diperbuat Zhi Wei padahal dia lagi ada di Myanmar. Lalu adegan rombongan kupu-kupu yang berhasil menolong Zhi Wei yang mau terjun ke jurang. Ga mungkin banget gitu.

Resensi Drama, Putri Huan Zhu 2



Ini adalah cerita lanjutan dari Putri Huan Zhu 1. Kali ini kisahnya lebih keren lagi karena di drama ke dua ini muncul Ibu Suri yang biasa dipanggil Lou Fo Ye setelah berdoa di kuil-kuil bersama Putri kesayangannya Cing Er (yang selalu melayaninya). Lou Fo Ye ini benar-benar ga suka sama kedua putri yang tiba-tiba muncul di istana.

Tantangan Putri Huan Zhu dan Putri Zhi Wei semakin besar karena yang dia hadapi bukan hanya Ratu dan dayangnya yang jahat tapi juga Ibu Suri yang ga menyukai mereka. Dan pertunangan mereka nyaris dibatalin. Raja sendiri jadi serba salah karena dia nggak bisa terus membela anak emas kesayangannya, karena yang dihadapi raja kali ini bukan hanya istrinya saja tapi ibunya sendiri.

Wu A Ke mati-matian mengajari Xiao Yan Zhi agar mau belajar membaca pepatah dan puisi sampai berkesan memaksa. Tapi hal itu malah membuat Xiao Yan Zhi marah-marah, dia kesal karena tiba-tiba saja Wu A Ke pengen dia pandai membaca pepatah, padahal sebelumnya dia mengatakan menyukai Xiao Yan Zhi yang apa-adanya.

Xiao Yan Zhi mengira Wu A Ke sudah berubah dan tidak menginginkan dia lagi. Kemudian dia memutuskan kabur dari istana. Dan malah bertemu dengan sepasang suami istri pemilik kedai catur yang suka menyiksanya.

Hubungan Xiao Yan Zhi dan Wu A Ke bermasalah bukan berarti hubungan Er Kang dan Zhi Wei berjalan mulus. Mereka juga memiliki masalah sendiri, hubungan yang tidak direstui oleh Lou Fo Ye karena Zhi Wei merupakan anak haram Raja dari hasil hubungan gelap dengan rakyat biasa.

Lou Fo Ye malah ingin Er kang menikah dengan Cing Er yang dianggap sepadan. Belum lagi masalah Jinsuo yang jatuh cinta sama Er Kang. Pertengkaran pun terjadi diantara Er Kang dan Zhi Wei. Tapi meskipun Cing Er yang merupakan Putri kesayangan Lou Fo Ye malah selalu menolong Xiao Yan Zhi dan Zhi Wei saat mereka terlibat masalah dengan Lou Fo Ye.

Di babak kedua kali ini diceritakan juga Raja yang punya kuasa dan bisa menikahi perempuan mana pun yang dia suka, sekalipun perempuan itu umurnya hanya dua tahun lebih tua dari anak angkatnya. Adalah Putri Han Xiang yang berhasil memikat hati sang Raja karena Han Xiang ini selain cantik dia juga memancarkan bau harum alami di tubuhnya sampai berhasil memanggil kupu-kupu.

Sebenarnya memang Han Xiang ini dihadiahkan oleh Ayahnya agar peperangan antara suku Han dan suku Hui mereda. (tega banget ya ada ortu yg jual anaknya) Han Xiang ini keturunan suku Hui yaitu suku yang memeluk agama islam, (Sayang ceritanya disin Han Xiang ga jelas dia itu islam atau bukan). Tapi Han Xiang ini ternyata punya kekasih bernama Meng Dan mereka saling mencintai sejak kecil.

Kemudian Meng Dan bertemu dengan Pangeran kelima dan Er Kang yang saat itu mengawal permaisuri Han Xiang yang ingin mengantarkan kepulangan Ayahnya kembali ke suku Hui. Mulailah keterlibatan Putri Huan Zhu, Putri Zhi Wei, Er Kang dan Wu A Ke dalam cinta segitiga antara Raja, Han Xiang dan Meng Dan.

Empat sekawan ini mati-matian memisahkan Han Xiang dan Raja demi menyatukan kembali Han Xiang dan Meng Dan. Sampai mereka membawa lari Han Xiang dan membohongi raja. Tapi kebohongannya tetap ketahuan juga. Raja pun murka dan mereka diancam akan dihukum penggal.

Ga terima dengan keputusan Raja, Wu A Ke dan Er Kang berhasil kabur dari penjara. Lalu detik-detik terakhir saat Putri Huan Zhu dan Putri Zhi Wei dibawa ke lokasi hukuman penggal, mereka bersama Meng Dan, Liu Hung dan Liu Qing berhasil bekerja sama menculik tahanan. Lalu berhasil juga menculik Jinsuo yang saat itu akan dikirim ke Mongol.

Kemudian mereka memutuskan untuk kabur ke Dali. Selama perjalanan mereka selalu dibantu oleh pendekar misterius yang membawa suling dan pedang, Xiao Jian. Laki-laki ini sangat baik hati dan menolong mereka, terutama Xiao Yan Zhi. Entah kenapa perhatiannya selalu untuk Xiao Yan Zhi, sampai membuat Wu A Ke cemburu.

Dalam pelarian kedua putri, pangeran, pengawal Raja dan dayang ini tentu ga berjalan mulus. Rintangan selalu menghadang sampai membuat Jinsuo jatuh ke jurang dan mata Zhi Wei jadi buta. Tapi sekalipun mereka mendapat masalah, mereka selalu menolong orang yang mengalami masalah. Seperti memecahkan masalah Su Su, perempuan yang hampir mati di hukum bakar karena hamil diluar nikah, memberi makan para gelandangan dan membebaskan seorang anak perempuan, Xiao Ke Ce dari cengkraman Ayahnya yang jahat dan selalu menyiksanya.

Kemudian sebuah rahasia terkupas, Xiao Jian yang semula mengatakan sedang mencari adik laki-lakinya ternyata adalah kakak kandung Xiao Yan Zhi. Saat dia dan Wu A Ke beradu pedang karena Wu A Ke yang cemburu tiba-tiba menyerang Xiao Jian, saat itulah Xiao Jian memberitahukan hubungannya yang sebenarnya dengan Xiao Yan Zhi.

Xiao Yan Zhi tentu saja terkejut begitu juga dengan teman-temannya yang lain, mereka tidak mengira adik yang dicari Xiao Jian ternyata teman mereka sendiri. Xiao Jian lalu menceritakan tentang kedua orang tua mereka yang mati dibunuh orang. Xiao Yan Zhi sangat bahagia karena bertemu dengan kakak kandungnya yang sudah dua puluh tahun terpisahkan itu.

Cerita ini berakhir dengan pernikahan Wu A Ke dan Xiao Yan Zhi, Er Kang dan Zhi Wei, Liu Qing dan Jinsuo lalu pertemuan Xiao Jian dan Cing Er.

Setelah Raja berhasil menemukan ketiga anaknya, Raja sendiri yang turun tangan membujuk mereka agar pulang. Akhirnya mereka membatalkan rencana mereka kabur ke Dali dan memilih pulang kembali ke Istana karena merasa terharu pada sang Raja yang muncul sebagai Ayah yang sedang mencari ketiga anaknya.

Lou Fo Ye pun akhirnya menyetujui hubungan mereka, karena terharu melihat cinta mereka yang abadi. Ratu dan Rong Momo pun menyadari kesalahan mereka dan meminta maaf.

Sekuelnya kali ini cukup menyedihkan dan sedikit menegangkan tapi tetap lucu. Yang menarik dari cerita ini adalah saat ending cerita, dimana setelah mereka menikah. Ternyata Xiao Yan Zhi dan Zhi Wei salah masuk kamar pengantin. Xiao Yan Zhi masuk ke kamar pengantin Er Kang dan Zhi Wei masuk ke kamar Wu A Ke.

Dasar putri Huan Zhu, disaat acara sakral gitu malah dibikin lucu dengan ketuker pengantin perempuan. Lalu pas Wu A Ke lagi mencium Xiao Yan Zhi malah dikagetin sama orang-orang yang mengintip dibalik pintu. Xiao Yan Zhi yang mengira ada maling langsung mengeluarkan jurus meringankan tubuh, dan dia ga nyadar saat itu ujung pakaiannya diikat dengan pakaian pangeran kelima. Jadi saat Xiao Yan Zhi loncat, Wu A Ke ikut kebawa, alhasil mereka malah jatuh dilantai.

Yang kerennya, cinta tulus Wu A Ke sama Xiao Yan Zhi diperlihatkan dengan jelas dalam cerita ini. Seperti apapun Xiao Yan Zhi, Wu A Ke tetap mencintainya. Sekalipun sikapnya selalu kasar pada tunangannya sendiri. Begitu juga dengan cinta Er Kang pada Zhi Wei.

Tapi kadang gue mikir ini pangeran buta apa ya, kok bisa suka sama cewek begitu sih, padahal jelas banget Xiao Yan Zhi ga ada apa-apanya dan ga ada manis-manisnya tapi cintanya ga luntur-luntur. padahal dia kan bisa dapetin perempuan mana pun yang lebih memiliki segalanya dibandingkan Xiao Yan Zhi.

Yah, namanya juga dongeng justru hal yang jarang terjadi di dunia nyata seperti ini yang disukai oleh pembaca ataupun penonton. Dan termasuk gue sendiri yang menyukai kisah cinta seperti ini.

Resensi Film, Putri Huan Zhu 1


Kali ini gue bakal meresensi sebuah drama. Ini emang drama jadul tapi gue suka banget drama ini dan yang pasti setiap kolom resensi yang gue bikin, adalah resensi dari film or drama yang gue suka.

Ini adalah drama China berjudul Putri Huan Zhu 1, diperanin sama Vicky Zhou Wei, Ruby Lin dan Alec Shu

Film ini bercerita tentang seorang cewek tomboy berumur 18 tahun yang bernama Xiao Yan Zi. Penipu dan pencuri yang cuma punya kungfu alakadarnya ini ketemu seorang cewek cantik dan feminin banget Xia Zhi Wei dan pembantunya Jin suo. Ternyata Zhi Wei ini adalah anak Raja Qhian Long. Raja yang saat itu sedang memerintah pada dinasti Qing

Lalu mereka jadi sahabat malah mengangkat saudara. Biarpun Xiao Yan Zi penipu tapi dia hanya menipu demi memberi makan anak yatim piatu dan orang tua jompo yang dia pelihara bersama teman-temannya, Liu Qing dan Liu Hung. Sebenarnya dia baik hati, makanya dia bersedia menolong saudara angkat barunya itu yang sedang mencari bapaknya.

Tapi diwaktu pencarian Xiao Yan Zhi malah terkena panah, karena dia terpaksa memasuki wilayah berburu Raja demi bisa ketemu Sang Raja yang merupakan Ayah Zhi Wei. Adalah Yong Qi alias Wu A Ge (pangeran kelima) yang sudah melesakkan anak panah ke dada Xiao Yan Zhi karena awalnya Wu A Ge berniat memburu kijang.

Singkat cerita Xiao Yan Zi dibawa ke Istana oleh Raja, karena sang Raja sudah salah mengira Xiao Yan Zi sebagai anaknya yang telah kembali. Dimulailah petualangan Xiao Yan Zi yang kemudian diberi gelar Putri Huan Zhu. Dan berkenalan dengan Wu A Ge, Er Thai dan Permasuri Ling, yang menjadi penolong Putri Huan Zhu yang selalu membuat masalah selama di istana.

Apalagi sang Ratu dan pelayannya Rong Momo (Dayang Rong) sangat membenci anak yang nggak jelas asal-usulnya dan punya seabreg sikap jelek yang ga cocok banget buat seorang putri raja. Tapi hebatnya, Xiao Yan Zi bisa menghadapi sang Ratu yang paling ditakuti dan sangat dimanja Raja karena dianggap anak emas.

Sementara itu di tempat lain Zhi Wei bertemu Er Kang seorang pengawal baris depan Raja. Anak dari bawahan kepercayaan Raja yang muncul jadi penolongnya. Er Kang orang pertama yang tahu asal-usul Zhi Wei lalu menampung si Putri asli di rumahnya. Sampai kemudian mereka menjalin asmara.

Di Istana ternyata Pangeran kelima jatuh cinta sama Xiao Yan Zi. Dia suka Xiao Yan Zi yang punya kebebasan. Seperti namanya yang berarti walet kecil, Xiao Yan Zi memang digambarkan seperti walet yang bebas terbang kesana-kemari, dan hal itu yang memikat hati Wu A Ge.

Kemudian Zhi Wei dan Jin Suo yang masuk ke Istana menyamar jadi dayang yang melayani Huan Zhu Ge Ge, demi bisa dekat dengan Ayahnya. Dan bertambahnya masalah antara Putri Huan Zhu dengan sang Ratu dan Rong Mo Mo

Suatu hari muncul seorang putri asal Tibet Sei ya yang naksir Er Kang. Putri Sei Ya itu punya perangai sama dengan Xiao Yan Zi, petakilan. Tapi karena Yan Zi membela hubungan Er Kang dan Zhi Wei, dia menantang Sei Ya buat adu kungfu. Sayangnya Yan Zi yang ga punya kungfu sehebat Sei Ya berhasil dikalahkan putri Tibet itu.

Cerita ini berakhir dengan pengakuan Xiao Yan Zi akan status palsunya (bukan Vidi Aldiano aja yang punya status palsu) dan hubungannya dengan Pangeran Kelima di restui. Tapi sekalipun dia terancam di hukum penggal karena berani menipu Raja. Dia masih bisa berkilah bahwa dia tidak menipu dan semua alasannya memang masuk akal.

Seperti dia pernah bilang "Aku ini bukan anakmu, entah siapa Ayahku pun aku tidak tahu!" dalam adegan saat si Raja marah-marah karena tengah malam buta Istana di gemparkan oleh ulah Putri Huan Zhu yang mau kabur dari Istana dengan naik pagar tembok. Padahal pada saat itu dia memberi isyarat bahwa dia bukan anak Raja tapi pada saat itu Raja hanya mengira Putri Huan Zhu sedang emosi.

Kemudian Zhi Wei diakui jadi anak dan diberi gelar Putri Ming Zhu lalu bertunangan dengan Er Kang. Dan adik Er Kang, Er Thai, menikah dengan putri dari Tibet . Sebenarnya Er Thai ini suka sama Putri Huan Zhu tapi karena dia tahu pangeran juga suka makanya dia mengalah, Er Thai lebih suka mengabdi sama pangeran daripada harus berebut perempuan.

Gue suka drama ini karena lucu, menarik dan keren. Anehnya Xiao Yan Zhi yang petakilan disukai sama seorang pangeran dan bisa menjadi calon Raja. Padahal Xiao Yan Zhi ini bodoh, ga bisa bikin puisi, ga bisa menghapal pepatah, ga bisa nulis. Pokoknya layaknya anak ga sekolah lah, dia ga bisa apa-apa sama sekali. Tapi pangeran ini cinta mati sampe-sampe waktu Xiao Yan Zhi cemburu gara-gara dia (ga sengaja) deket sama cewek lain, dia jadi kalang kabut kayak kebakaran rambut.

Adegan yang paling gue suka, waktu ada acara lempar bola cari suami. Jadi waktu Raja, Pangeran, Putri Huan Zhu, Zhi Wei, Er Thai, Er Kang DLL lagi jalan-jalan keluar kerajaan, di sebuah kota ada seorang gadis cantik yang masih lajang bikin acara lempar bola sulam dan yang dapat bola itu bakal di jadiin suaminya.

Xiao Yan Zhi bermaksud berbaik hati lempar bola ke Wu A Ke, biar si Pangeran yang masih lajang itu cepat menikah. Tapi jelas aja Wu A Ke ogah, karena dia punya cewek pujaan. Lihat muka Wu A Ke sampe ketakutan karena ga mau bolanya kena ama dia, bikin gue senyum-senyum sendiri.

Dan saat Wu A Ge menyatakan cintanya, dengan polosnya Xiao Yan Zhi bilang "Aku ini kan adikmu." lalu si pangeran membantah, "Kalau kamu adikku, lalu Zhi Wei itu siapa? kenapa aku tiba-tiba jadi punya begitu banyak adik?" dan muka polos Xiao Yan Zhi waktu itu manis sekali. Gambaran sang pangeran yang pertama kali mengalami jatuh cinta kelihatan bagus banget.

Tapi sekarang udah ada New Huan Zhu Ge Ge atau Remake dari Huan Zhu Ge Ge, cerita sih mungkin rasanya masih sama tapi cuma beda tokoh-tokohnya aja. Sama seperti drama berjudul Return Of the condor Heroes, ternyata itu banyak versinya. seperti halnya Tutur Tinular versi 2011.

Tapi di Indonesia belum ada dan penasaran juga gue pengen nonton remakenya, andai Indosiar mau menayangkan.